Sabtu, 03 Januari 2026

LANGKAH KETIGA I TARIKAT

LANGKAH KETIGA TARIKAT

        Jalan Cahaya (al-Mahajjah) terbentang laksana jembatan barzakh di antara dua samudra agung: Syari’at yang tampak di permukaan, dan Hakikat yang tersembunyi di kedalaman. Jalan ini dikenali tanda-tandanya di alam zhahir (lahiriah), dan dibenarkan kebenarannya di alam batin (kalbu).

Sebagaimana Syari’at adalah raga dari Islam (kepasrahan total hamba), maka Tariqat adalah nyawa dari Iman (penerimaan kalbu yang teguh).

        Iman adalah Taslim—penerimaan tanpa syarat. Ia adalah pengakuan ruhani di hadapan Allah, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Malaikat-malaikat-Nya, Hari Kiamat, Mizan, dan ketetapan Takdir-Nya. Iman adalah suatu dzauq (citarasa batin) yang menyerap rahasia tataran jagat raya (alam kabir), lalu menjelma menjadi kesaksian hidup (syuhud) di dalam jagat diri yang sempit (alam shagir). Semua itu menyingkap tabir dualitas (katsrah) alam semesta untuk memahami Rahasia Wahdah (Kesatuan Ilahi) di baliknya.

        Maka, Tariqat adalah sebuah Hijrah Ruhani: langkah berani seorang Salik (penempuh jalan spiritual) keluar dari zona nyaman kelalaian (ghaflah) kaum awam, menuju belantara pencarian yang asing dan sunyi.

        Artinya, menanggalkan jubah-jubah duniawi: Meninggalkan kelekatan pada keluarga sebagai satu-satunya makna hidup, sebab Allah Ta’ala telah memperingatkan bahwa itu adalah fitnah (ujian) yang melenakan. Meninggalkan perbudakan sosial dan janji-janji palsu masa depan dunia; bagi sang Salik, balasan sejati tersimpan di Alam Ghaib, melampaui gerbang kematian, bukan di ujung usia fana.

        Artinya, meruntuhkan berhala "keakuan" (ananiyyah), ambisi kemasyhuran, dan segala keinginan rendah. Sebab, Nafs Ammarah (nafsu yang menyuruh keburukan) adalah musuh terbesar di dalam diri, hingga ia berhasil ditundukkan (mujahadah) dan bertransformasi menjadi wujud sejati yang bercahaya: Jiwa yang Tenang (Nafs al-Muthmainnah) dan Ruh yang suci.

        Pahamilah tingkatannya: Syari’at adalah Ketundukan jasad di hadapan Perintah; Tariqat adalah Penyeberangan jiwa melintasi ujian; Hakikat adalah Kemenangan ruh sampai pada Tujuannya (Wushul).”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar